"Kami mengumpulkan 18 mayat dari empat desa setelah serangan," kata pemimpin komunitas Desa Unguwar Rabo, Sada Iliya, seperti dilansir AFP, Sabtu (6/7/2019).
Sada mengatakan serangan dilakukan di empat desa yang berada di distrik Kankara dan Danmusa, negara bagian Katsina. Serangan dilakukan pada Rabu (3/7) waktu setempat.
Sada menyaksikan geng bersenjata tersebut menembaki warga. Jenazah korban penembakan dibawa ke ibu kota negara bagian yang berjarak 130 kilometer sebagai bentuk protes.
"Kami membawa 18 mayat ke Katsina untuk amir (agar ia bisa) melihat apa yang kami alami di tangan para bandit," kata Isyaku Jari dari desa Maidabino.
Negara bagian Katsina menjadi target serangan selama berbulan-bulan oleh pencuri ternak dan penculik. Hal tersebut mendorong penduduk desa untuk membentuk main hakim sendiri sebagai usaha melindungi diri.
Sebelumnya, 34 orang tewas ketika geng bersenjata menyerang tiga desa di distrik Batsari dan Danmusa. Penyerangan juga terjadi di negara bagian Zamfara.

0 komentar:
Posting Komentar