Jakarta -
Eks staf Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok,
Ima Mahdiah, tak terima disebut netizen di Twitter terima gaji dari
konglomerat dan menggelapkan anggaran Pemprov DKI Jakarta. Ima berencana
mempolisikan netizen tersebut.www.dapatkiu.me
Ada dua netizen yang diminta Ima untuk menunjukkan bukti yakni akun Twitter @_haye_ dan @PanglimaHansip. Ima
memberi waktu 3x24 jam kepada kedua akun tersebut untuk menunjukkan
bukti. Bila tidak dapat dilakukan, Ima akan mempolisikan kedua akan
tersebut.
"Untuk @_haye_ dan @PanglimaHansip saya tunggu 3x24 jam
untuk mencari bukti jika saya digaji oleh konglomerat pada masa bantu
BTP di DKI dan gelapkan anggaran seperti yang dituduhkan. Jika tdk bisa
membuktikan maka saya akan laporkan balik," demikian cuit Ima di akun
Twitternya, @imadya, seperti dilihat detikcom, Sabtu (9/11/2019).
Dikonfirmasi mengenai cuitan tersebut, Ima menjelaskan tudingan
terhadapnya terjadi setelah dirinya bicara soal temuan kejanggalan
penyusunan anggaran 2020 di Pemprov DKI Jakarta
pada salah satu stasiun televisi nasional. Dia tak ingin tudingan tanpa
bukti yang dicuitkan kedua akun tersebut mempengaruhi pikiran publik.
"Jadi kemaren ada yang biasa, mungkin habis tampil di Mata Najwa bongkar anggaran ini banyak serangan tuh dateng kan. Cuma saya gini, kalau yang hoax itu kadang ada masyarakat memang dia ini kepengaruh. Nah yang kepengaruh ini saya takut kepengaruh
karena di situ ditulisnya kan menggelapkan anggaran, anggaran dimana?"
kata Ima saat ditemui di Jalan Arteri Kelapa Dua, Kelapa Dua, Kebon
Jeruk, Jakbar, Sabtu (9/11/2019)
0 komentar:
Posting Komentar