Ganjar Pranowo Soal Ujian Nasional Diganti: Moga Siswa Merdeka Betul
Sleman - Mendikbud Nadiem Makarim memutuskan untuk mengganti ujian nasional (UN) dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berharap gebrakan Nadiem bisa memerdekakan siswa.
"Kemarin
temanya (rencana penghapusan UN) kan ingin memerdekakan (siswa),
mudah-mudahan merdeka betul," kata Ganjar kepada wartawan usai melantik
PP, dewan pertimbangan dan pakar Kagama 2019-2024 di Balai Senat UGM,
Sabtu (14/12/2019).
Menurut Ganjar sistem pendidikan di Indonesia
memang harus diubah, termasuk UN. Ia berpendapat sebaiknya sistem UN
diganti dengan sebuah metode lain yang lebih cocok dengan kondisi
geografis dan demografi di Indonesia. http://dapatqq.vip/
"Mungkin bisa digunakan cara atau metode yang lain, nah saya sepakat
itu. Apakah sifatnya ngambil sampling ya, Indonesia Timur, Tengah,
Barat, terus kemudian berbagai sekolah, sehingga kita tetap bisa
mengukur secara nasional sistem pendidikan kita," sebutnya.
Adapun UN yang sekarang, disebut Ganjar merepotkan siswa dan
orangtuanya. "Karena UN kemarin memang menjadi cukup kontroversi ya
karena orangtuanya ikut sibuk, anaknya juga stres. Maka pendidikan ini
menjadi terasa berat," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Mendikbud Nadiem berencana menghapus UN mulai
2021 dan diganti dengan sistem lainnya. Langkah Nadiem menimbulkan
kontroversi dan ditentang sejumlah akademisi senior, salah satunya Buya
Syafii Maarif.
"(Rencana penghapusan UN) dikaji ulang secara
mendalam melibatkan para pakar pendidikan yang mengerti betul-betul itu
ya, jangan segampangan. Ini bukan Gojek pendidikan ini," kata Buya
Syafii di UMY, Kamis (12/12/2019) lalu.Sementara eks Mendikbud sekaligus Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan,
menolak mengomentari rencana penghapusan UN mulai 2021 mendatang. Ia
beralasan tidak pas apabila dirinya mengomentari pejabat penerusnya.
"Saya sebagai mantan Mendikbud tidak mau mengomentari kebijakan
Mendikbud yang berikutnya," kata Anies kepada wartawan di Universitas
Islam Indonesia (UII) Jalan Kaliurang Km 14,5 Sleman, Jumat (13/12/2019)
kemarin.
0 komentar:
Posting Komentar