-
Sabtu, 04 Januari 2020
Washington DC - Senat Amerika Serikat (AS) sedang dilanda kebuntuan soal proses sidang pemakzulan Presiden Donald Trump. Perdebatan berlangsung soal pemanggilan sejumlah pejabat Gedung Putih untuk dijadikan saksi dalam sidang pemakzulan itu.
Dengan kata lain, pada 18 Desember lalu, DPR AS yang dikuasai oleh
Partai Demokrat telah secara resmi memakzulkan Trump karena menekan
Ukraina untuk menyelidiki mantan Wakil Presiden AS, Joe Biden, yang berpotensi menjadi penantang terkuat Trump dalam pilpres 2020.
Schumer menilai jika persoalan saksi dibahas di tengah sidang, maka
McConnell akan berupaya mengakhiri sidang dengan segera dan menuduh
Demokrat mengulur-ulur jalannya persidangan dengan memanggil
saksi-saksi. Menurut Schumer, saksi-saksi yang ingin dipanggil Demokrat
dalam sidang pemakzulan Trump belum pernah dimintai keterangan
sebelumnya, berbeda pada kasus Clinton.
Kedua pemimpin Senat AS, McConnell dan Schumer, bicara soal sidang
pemakzulan Trump setelah serangan AS di Baghdad, Irak, yang menewaskan
Komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Serangan itu diperintahkan Trump dan Iran telah bersumpah akan membalasnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar