Arkeolog Pastikan 'Patung Manusia' di Pinrang Peninggalan Sejarah
Pinrang - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCG) Sulawesi Selatan (Sulsel) merampungkan penelitian atas patung perempuan di Watang Sawitto, Pinrang. Patung manusia ini dipastikan peninggalan sejarah.
"Jenis
batuan arca dari bahan batuan beku andesit yang banyak ditemukan di
wilayah Enrekang, Parepare, Pinrang, hingga Polman. Dari tipologi dan
atribut, jejak pengerjaan temuan ini menunjukkan kekunoannya," ujar
arkeolog BPCG, Iswadi, saat dihubungi, Sabtu (15/2/2020).
Dugaan
awal, arca tersebut, menurut Iswadi, biasanya digunakan sebagai nisan
kubur, penanda batas wilayah, penjaga lumbung padi, serta sarana
pemujaan arwah leluhur. http://dapatqq.vip/
"Jenis arca atau patung ini bukan peninggalan dari zaman klasik
Hindu atau Buddha seperti berita awal di media. Tradisi pembuatan
temuan ini merupakan tradisi megalitik berkembang hingga pertengahan
abad hingga abad ke-20. Untuk itu, masih perlu data pembanding lainnya,
seperti data sejarah, hasil wawancara, temuan sejenis, konteks temuan,
dan asosiasinya," papar Iswadi.
Selain itu, Iswadi menyebut penemu patung manusia ini berhak mendapatkan kompensasi.
"Terkait kompensasi dapat diperoleh setelah benda tersebut ditetapkan oleh Bupati Pinrang atas tim ahli cagar budaya," katanya.
Patung ini awalnya ditemukan kuli bangunan bernama Syahdan. Saat itu Syahdan menggali lubang fondasi rumah.
"Awalnya saya kira batu biasa, mau saya hancurkan, namun sangat keras. Pas saya periksa ternyata patung," katanya.

0 komentar:
Posting Komentar