Panja Jiwasraya Mulai Bekerja, Cari Tahu Aset yang Disita
Jakarta - Skandal Jiwasraya mulai masuk ke Senayan. Panitia kerja (panja) yang dibentuk Komisi III DPR mulai meminta keterangan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).
Rapat
perdana itu digelar Kamis (13/2). Hadir sebagai perwakilan dari
Kejagung adalah Ali Mukartono sebagai pelaksana harian Jaksa Agung Muda
Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Namun rapat itu digelar tertutup. Apa pasalnya? http://dapatqq.vip/
"Rapatnya kami bikin rapat tertutup supaya penyidik tidak ragu-ragu
untuk membuka apa yang bisa dibuka," kata Herman Hery selaku Ketua Panja
Jiwasraya.
Namun setidaknya Herman sedikit membuka tentang
keinginan panja. Dia mengaku ingin mengetahui rencana penyidikan yang
dilakukan Jampidsus dalam mengusut kasus Jiwasraya.
"Tujuan dari
rapat ini yang ingin diketahui oleh Panja, apa rencana Jampidsus dalam
penyidikan kasus Jiwasraya, apa rencananya. Termasuk sudah sampai di
mana dan akan melebar ke mana," lanjut Herman.
Usai rapat, Ali mengaku tidak memaparkan semua hal terkait pengusutan kasus Jiwasraya. Sebab, saat ini timnya masih bekerja.
"Panja
meminta dari kejaksaan apa yang sudah dilakukan terhadap kasus
Jiwasraya ini, ya kita laporkan bahwa jumlah saksi sudah diperiksa
sekian, ahli yang sudah sekian, penelusuran aset sudah ketemu apa saja,
dan penetapan tersangka sudah berapa dan sebagainya. Sebatas itu,"
ujarnya.
Di sisi lain Herman mengaku belum mengetahui secara rinci
sejauh mana penyidikan kasus Jiwasraya. Dia mengaku maklum lantaran Ali
baru tiga hari menjabat sebagai Plh Jampidsus.
Namun setidaknya ada hal yang sudah digali panja. Apa saja?
"Terkait tadi apa yang dibicarakan hanya pada aset-aset yang sudah
disita, saksi-sakai siapa, penggeledahan yang sudah dilakukan. Itu saja.
Lebih detailnya nanti," kata Herman.
Setelah ini panja disebut
Herman akan kembali memanggil Kejagung pada 26 Februari 2020. Selain
itu, dia mengaku tidak menutup kemungkinan untuk memanggil pihak-pihak
lain.
"Oleh karena itu, atas kesepakatan bersama rapat kita tutup,
rencana kami memanggil tanggal 26 Februari 2020 pihak-pihak terkait,
yang dicurigai ikut terlibat. Kami akan menggali lebih dalam," katanya.

0 komentar:
Posting Komentar