-
Rabu, 08 Januari 2020
Jakarta - Pihak Istana geram bukan main atas kasus yang melibatkan Reynhard Sinaga di Inggris. Reynhard dianggap mencoreng nama Indonesia.
Reynhard disebut tiba di Inggris dengan visa pelajar pada tahun 2007.
Dia berhasil menyandang dua gelar dalam bidang sosiologi dari University
of Manchester.
Bukti kejahatan seksual Reynhard diduga menunjukkan adanya ratusan kali pemerkosaan. Pihak berwenang Inggris menyatakan Reynhard
terindikasi melakukan 195 perkosaan. Ada bukti sebanyak 195 video.
Indikasinya, seorang korban diperkosa berkali-kali. Kebanyakan pria-pria
yang menjadi korbannya terekam dalam kondisi tak sadarkan diri.
"Tentunya ini mau tidak mau, suka tidak suka, mencoreng wajah kita.
Padahal wajah kita wajah bangsa Indonesia ini penuh dengan etika
ketimuran sopan santun, harga-menghargai," ujar Pramono."Kemudian ada kasus ini sungguh sangat sedih. Kita sendiri juga prihatin
karena korban yang jumlahnya ratusan itu tentunya secara psikologis
juga sangat berat," sambung Pramono.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar