-
Sabtu, 11 Januari 2020
Makassar - Bank Indonesia (BI) mendorong transaksi non tunai berbasis barcode atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di seluruh Indonesia. Dengan begitu diharapkan dapat mempercepat perputaran keuangan. Seiring dengan digenjotnya transaksi non tunai, bagaimana nasib uang logam dan kertas?
"Uang logam maupun kertas tetap harus ada. Tetap bertumbuh dia (uang
logam dan kertas)," kata Pungki dalam media briefing di Maxx Coffee,
Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/1/2020).Alasannya, transaksi non tunai tidak bisa menyasar seluruh lapisan
masyarakat, sehingga keberadaan uang logam dan kertas tetap dibutuhkan. http://dapatqq.vip/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar