Bu Sri Mulyani, Apa Dampaknya RI Jadi Negara Maju?
Jakarta - Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang dan dinyatakan sebagai negara maju dalam perdagangan internasional. Selain Indonesia, ada China, Brasil, India, dan Afrika Selatan yang 'naik level' jadi negara maju. http://dapatqq.vip/
Menanggapi itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati mengatakan bergantinya status Indonesia sebagai negara maju
hanya berpengaruh kepada tambahan bea masuk yang dikenakan untuk
mengimbangi efek dari subsidi yang diberikan oleh negara untuk eksportir
(Countervailing Duties/CVDs).
Meski begitu, Mantan Direktur
Pelaksana Bank Dunia ini menyebut CVD's tidak akan berdampak terlalu
besar terhadap perdagangan Indonesia lantaran tidak banyak komoditas
yang menikmati fasilitas tersebut.
"Sebenarnya kalau dilihat dari pengumuman itu lebih ke
Countervailing Duty. Jadi skopnya itu sangat spesifik untuk CVDs dan
CVDs selama ini di Indonesia hanya sekitar 5 komoditas yang menikmati
itu. Jadi sebetulnya nggak terlalu besar sekali pengaruhnya kepada
perdagangan kita," kata Sri Mulyani di Kemenko Perekonomian, Jakarta
Pusat, Senin (24/2/2020).
"CVDs ini berbeda dengan GSP. Jadi nggak ada hubunganya dengan berbagai hal yang lain. GSP kan masih belum ditetapkan, jadi kita juga akan tetap melakukan upaya terbaik untuk bisa mendapatkan GSP itu," sebutnya.
Untuk itu, Sri Mulyani ingin Indonesia meningkatkan daya saing mulai dari produktivitas, hingga konektivitas. Dengan begitu, bisa menciptakan biaya produksi agar lebih efisien.
"Indonesia kan selama ini memang sudah masuk sebagai
negara berpendapatan menengah. Jadi kita memang harus terus meningkatkan
competitiveness kita saja kalau dari sisi itu. Kan yang selama ini
menjadi pusat perhatian dari presiden produktivitas, competitiveness,
connectivity, itu semuanya yang akan menciptakan cost of production yang
lebih efisien," ucapnya.

0 komentar:
Posting Komentar